Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan perangkat Head Unit di kendaraan semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi infotainment. Mulai dari sistem navigasi hingga konektivitas smartphone, Head Unit telah menjadi komponen penting bagi produsen otomotif maupun aftermarket. Namun, banyak pelaku industri belum memahami bahwa kategori produk ini kini semakin diawasi oleh regulasi pemerintah, termasuk kewajiban sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk tertentu yang memiliki fungsi keselamatan dan kompatibilitas elektromagnetik.

SNI merupakan standar resmi yang ditetapkan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kelayakan produk yang beredar di Indonesia. Untuk Head Unit, khususnya yang memiliki komponen elektronik kompleks, sertifikasi ini menjadi kunci agar produk dapat dipasarkan tanpa hambatan regulasi. Artikel ini membahas prosedur, persyaratan, serta manfaat sertifikasi SNI untuk Head Unit secara lengkap.

Mengapa Head Unit Perlu SNI?

Beberapa faktor penting yang membuat SNI relevan untuk produk Head Unit:

  • Keselamatan pengguna: Head Unit yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.
  • Emisi elektromagnetik: Produk elektronik harus mematuhi batasan EMC agar tidak mengganggu perangkat lain.
  • Regulasi pasar Indonesia: Semakin banyak perangkat otomotif yang masuk dalam pengawasan wajib SNI atau sertifikasi teknis lainnya.

Dasar Hukum dan Regulasi

Sertifikasi SNI untuk Head Unit biasanya berkaitan dengan standar elektronik, termasuk:

  • SNI terkait keselamatan listrik
  • SNI terkait compatibility elektromagnetik (EMC)
  • Aturan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk barang beredar

Regulasi dapat berubah, sehingga perusahaan disarankan untuk memantau pembaruan melalui lembaga sertifikasi resmi seperti Cerapproval.

Proses Sertifikasi SNI untuk Head Unit

Berikut tahapan umum proses sertifikasi:

  1. Identifikasi standar berlaku – Penentuan SNI yang relevan dengan tipe Head Unit.
  2. Pengajuan permohonan – Produsen atau importir mengajukan dokumen ke lembaga sertifikasi.
  3. Uji laboratorium – Pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi.
  4. Audit pabrik (jika diperlukan) – Penilaian sistem produksi dan kontrol kualitas.
  5. Penerbitan sertifikat – Sertifikat SNI dikeluarkan jika semua persyaratan terpenuhi.
  6. Surveillance tahunan – Pemeriksaan rutin untuk memastikan konsistensi kualitas produk.

Dokumen yang Diperlukan

  • Spesifikasi teknis produk
  • Diagram rangkaian
  • Manual pengguna
  • Sertifikat uji internal
  • Izin usaha dan NPWP (untuk pemohon dalam negeri)
  • Daftar komponen kritis

Manfaat Memiliki SNI untuk Head Unit

  • Memastikan produk legal beredar di Indonesia
  • Mengurangi risiko penolakan di bea cukai
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dan OEM
  • Menyederhanakan proses tender, impor, atau distribusi
  • Meningkatkan daya saing produk di pasar domestik

Peran Cerapproval

Sebagai agensi sertifikasi profesional, Cerapproval membantu perusahaan dalam:

  • Konsultasi regulasi
  • Pemetaan standar SNI yang relevan
  • Manajemen pengujian laboratorium
  • Proses pengajuan dan pendampingan audit
  • Monitoring pembaruan regulasi

Dengan dukungan tim ahli, proses sertifikasi menjadi lebih cepat, terarah, dan efisien.

Keunggulan Cerapproval:Ingin perangkat  Anda tersertifikasi dengan cepat dan tepat?
Hubungi Cerapproval hari ini untuk konsultasi gratis dan mulai proses sertifikasi Anda!

  • Hubungi Kami untuk konsultasi sertifikasi secara gratis.
  • Download panduan lengkap proses sertifikasi KOMDIGI.
  • Jadwalkan meeting dengan tim ahli Cerapproval hari ini!


✔ Proses cepat & efisien
✔ Tim ahli yang memahami regulasi terbaru
✔ Layanan lengkap termasuk SNI, TKDN, K3L, MKG, SIMAKESPEL

Contact Us Today:
🌐 www.cerapproval.com
📧 gma@cerapproval.com
📱 WhatsApp: +62 899‑3300‑033


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *